Dianggap Terlalu Cepat Perpanjang Kontrak Vinales, Yamaha Bela Keputusannya
Yamaha dikritik karena dianggap terlalu cepat memberi kontrak baru pada Maverick Vinales. Bos Yamaha Lin Jarvis yakin bahwa langkah ini sudah tepat.
Vinales resmi menambah durasi kontraknya pada akhir Januari atau dua bulan sebelum musim 2018 resmi bergulir. Padahal, pebalap Spanyol itu mengalami paruh kedua musim lalu yang kurang oke terlepas finis ketiga di klasemen akhir.
Selain itu, tes pramusim yang dijalani Vinales masih diganggu masalah. Suksesor Jorge Lorenzo itu kesulitan menghentikan motor dan membelokkannya serta belum menemukan setelan terbaik untuk tunggangannya.
Pada akhirnya, Vinales gagal optimal di seri pembuka di Losail, Qatar. Dia start dari urutan ke-12 sebelum finis keenam di akhir balapan.
"Ketika Anda menandatangani sebuah kontrak, Anda tidak menandatanganinya untuk sekarang -- Anda menandatanganinya untuk memperlihatkan bahwa Anda punya kepercayaan diri bahwa bekerja sama dengan rekan Anda, Anda bisa mencapai tujuan-tujuan Anda," kata Jarvis, yang dikutip Motorcyclenews.
"Saya pikir itulah mengapa Maverick membuat keputusan itu, dan kami tidak ingin membuat dia kecewa. Kami sedikit tertinggal di banyak balapan dan tes musim dingin bermasalah, tapi saya senang dengan hasil-hasilnya."





Comments
Post a Comment